rumahku-indah.blogspot.com
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له .وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. أما بعد
02 Desember 2011
Jawaban Bagi Orang Yang Berhujjah Dengan Kisah Keluarnya Imam Ibn Nasr Al-Khuzai Al-Marwadzi Dari Penguasa Kaum Muslimin
30 November 2011
19 November 2011
Perkataan Mereka: Apakah Salafi Bisa Menjamin Kita Masuk Surga Sebagaimana Jokam?
16 September 2011
Surat Tobat Jokam Dari Masa ke Masa
09 September 2011
Sanad dan Ijazah
Sanad Mu Hilang Di Becak….?!
……………………………………..
Tentang perkara sanad atau ijazah kitab-kitab hadits ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Pertama, Sanad-sanad atau ijazah kitab-kitab hadits seperti ini masih banyak, bahkan para ulama selain Madigoliyah justru memiliki lebih banyak sanad dan ijazah. Sanad dari jalur guru Nur Hasan al-Ubaidah seperti Syaikh Umar Hamdan saja diriwayatkan oleh banyak sekali ulama diseluruh dunia. Seperti misalkan oleh Syaikh Yasin Padani (seorang ulama dari Padang Indonesia), Syaikh Hasan Masyath (Ulama dari Mekkah), Syaikh Ghumari (dari Maroko), dan masih banyak yang lainnya.
Silahkan download disini biografi sekaligus juga nama-nama murid Syaikh Umar Hamdan yang terkenal (klik) – jazakallahukhoiro kepada akhi Abu Hudzaifah hafizhahullahu atas infonya
Belum lagi ulama-ulama lain dari selain jalur beliau. Kami telah sering memberikan contoh-contohnya.
Lihat disini (klik)
Atau disini (klik)
Kedua, sanad dan ijazah seperti ini bukanlah jaminan kebenaran dalam hal aqidah dan manhajnya. Bukan pula jaminan orang yang memberi ijazah akan sama aqidah dan manhajnya dengan orang yang diberi ijazah. Dahulu pun contohnya sangat banyak, para perawi yang meriwayatkan hadits tapi mereka memiliki pemahaman menyimpang seperti Khawarij, Murji’ah dan lainnya.
Misalkan ada perawi yang bernama: Imron bin Hiththan seorang perowi dalam Shahih Bukhori, lihat dihadits no. 5835 dan 5952. Walaupun Imam Bukhori meriwayatkan dari jalur dia, sebenarnya dia berpema-haman Khawarij. Imron semula adalah ahlus sunnah, kemudian diakhir hidupnya berubah karena terpengaruh oleh istrinya.
Al-Hafizh Ibnu Atsakir menyebutkan kisahnya,
…قال تزوج عمران بن حطان امرأة من الخوارج ليردها عن دين الخوارج فغيرته إلى رأي الخوارج
“… Bahwa Imran bin Hiththan menikahi perempuan Khawarij (dengan tujuan) untuk mengeluarkan perempuan tersebut dari pemahaman Khawarijnya. Akan tetapi, perempuan itulah yang justru kemudian mengubah Imran menjadi Khawarij” (Tarikh Dimasyq 43/490).
Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata,
عمرَان بن حطَّان السدُوسِي الشَّاعِر الْمَشْهُور كَانَ يرى رَأْي الْخَوَارِج قَالَ أَبُو الْعَبَّاس الْمبرد كَانَ عمرَان رَأس القعدية من الصفرية وخطيبهم وشاعرهم انْتهى والقعدية قوم من الْخَوَارِج كَانُوا يَقُولُونَ بقَوْلهمْ وَلَا يرَوْنَ الْخُرُوج بل يزينونه وَكَانَ عمرَان دَاعِيَة إِلَى مذْهبه
“Imran bin Hiththan as-Sudusi, seorang penyair terkenal. Ia berfaham Khawarij. Abu Abbas al-Mubarrad berkata, ‘‘Imran bin Hiththan adalah pimpinan, penyair dan khathib al-Qa’diyah.’ Al-Qa’diyah adalah kelompok sempalan dari Khawârij yang berpandangan tidak perlu memberontak atas penguasa akan tetapi mereka hanya merangsang untuk memberontak. Imran adalah juru dakwah kepada mazhabnya”. (Fathul Baari 1/432).
Imam Bukhori menerima haditsnya karena walaupun berpemahaman Khawarij, Imron dikenal tsiqah dan tidak suka berdusta.
Al-Hafizh Al-Mizzi berkata,
قَالَ أَبُو دَاوُدَ: لَيْسَ فِي أَهْلِ الأَهْوَاءِ أَصَحُّ حَدِيْثاً مِنَ الخَوَارِجِ. ثُمَّ ذَكَرَ عِمْرَانَ بنَ حِطَّانَ
Imam Abu Dawud berkata, Tidak ada dari ahli bid’ah yang shahih haditsnya kecuali dari kelompok Khawarij, kemudian beliau menyebutkan Imron bin Hiththan… ”. (Tahdzib Al-Kamal 22/323).
Lihat biografi Imron oleh Bukhori dalam Tarikh (6/413), Ibnu Abi Hatim dalam Jarh wa Ta’dil jilid (6/296), Ibnu Hibban dalam Ats-Tsiqah (5/222), Adz-Dzahabi dalam Siyar ‘Alam An-Nubala (5/121 –cet. Darul Hadits), Ibnu Hajar dalam Tahdzib At-Tahdzib (8/127) dan lainnya.
Ketiga, dalam hubungannya dengan ilmu hadits, orang yang suka bertaqiyah atau bersumpah palsu demi membela mazhabnya tidak dapat diterima riwayatnya, walaupun ia menyebutkan sanad disertai sumpah. Madigoliyah dikenal memiliki sikap taqiyah dan membolehkan sumpah palsu untuk membela mazhabnya, yang disebut Fathonah, bithonah, budi luhur, bahkan menjadikannya ibadah dan menisbatkannya kepada sunnah. Dengan demikian, andaikata benar mereka memiliki sanad periwayatan maka periwayatannya itu tidak diterima disisi ahli hadits ditinjau dari ilmu hadits.
Al-Hafizh Adz-Dzahabi (w. 748 H) dalam Mizan Al-I’tidal (1/118 –Cet Darul Kutub Ilmiyah) memberi alasan,
بل الكذب شعارهم، والتقية والنفاق دثارهم، فكيف يقبل نقل من هذا حاله !
”... sebab bahkan kedustaan adalah ciri khas mereka dan taqiyah dan nifak pakaian mereka. Bagaimana bisa diterima riwayat dari mereka?”.
Maksud beliau, walaupun mereka memiliki sanad dan menuturkan sanad, tapi riwayat mereka tetap tidak diterima, sebab menjadi kabur dan tersamar antara kebenaran dan kedustaannya. Tidak jelas, apakah riwayatnya ini taqiyah atau sebuah kebenaran.
Al-Khathib Al-Baghdadi (w. 463 H) berkata,
طَائِفَة من أهل الْعلم إِلَى قبُول أَخْبَار أهل الْأَهْوَاء الَّذين لَا يعرف مِنْهُم استحلال الْكَذِب وَالشَّهَادَة لمن وافقهم
”... Sebagian ulama menerima riwayat dari ahli bid’ah yang tidak dikenal menghalalkan dusta dan membuat kesaksian palsu untuk para pengikutnya”. (Al-Kifayah hal. 367 –cet Darul Huda).
Ibn Shalah (w. 643 H) berkata,
وَمِنْهُمْ مَنْ قَبِلَ رِوَايَةَ الْمُبْتَدِعِ إِذَا لَمْ يَكُنْ مِمَّنْ يَسْتَحِلُّ الْكَذِبَ فِي نُصْرَةِ مَذْهَبِهِ أَوْ لِأَهْلِ مَذْهَبِهِ
”Diantara para ulama ada yang menerima riwayat ahli bid’ah asal tidak menghalalkan dusta untuk membela mazhab atau bagi pengikutnya”. (Muqadimah Ibn Shalah hal. 298 –cet Darul Ma’arif).
Imam Nawawi (w. 676 H) berkata,
… وَمَنْ لَمْ يُكَفَّرْ قِيلَ: لَا يُحْتَجُّ مُطْلَقًا، وَقِيلَ: يُحْتَجُّ بِهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ مِمَّنْ يَسْتَحِلُّ الْكَذِبَ فِي نُصْرَةِ مَذْهَبِهِ، أَوْ لِأَهْلِ مَذْهَبِهِ ،
”Dan siapa saja (Ahli bid’ah) yang tidak kafir, sebagian (ulama) menolak riwayatnya secara mutlak dan sebagian yang lain menerima asal tidak menghalalkan dusta untuk membela madzhab dan pengikut madzhabnya”. (At-Taqrib wa At-Taisir hal. 50-51 – Darul Kutub Al-’Arobi).
Keempat, kenyataannya sang pencetus ilmu manqul itu sendiri tidak jelas sanad/ijazahnya sebab katanya hilang dibecak. Kita sekarang ini susah untuk menelusuri kebenaran atau keabsahan sanadnya itu. Sedangkan ijazah itu sendiri baru sah setelah ada cap atau tandatangan dari Pemberi ijazah seperti telah ma’ruf.
Contoh ijazah dari Syaikh Umar Hamdan yang dilengkapi cap dan tandatangan:

Anehnya… walaupun sanad Nur Hasan sendiri tidak jelas, tapi tetap saja berani berhujjah mengkafirkan manusia dan menganggap amalan mereka tidak sah hanya gara-gara orang-orang awam itu dianggap tidak memiliki sanad/ijazah dari masyaikh?!! ...
masyaAllah benar-benar mengherankan …
Kelima, mereka sendiri tidak konsisten dalam menerapkan sanad/ijazah ini. Kadangkala mereka mengutip dari siapa saja –tentu saja tanpa ‘manqul’ dari si sumber tersebut- asalkan dianggap menguntungkan dan mendukung maka segera akan mereka kutip. Kalau mereka konsisten, seharusnya segala sesuatu ada manqulnya ada riwayatnya ada sanadnya. Tapi kenyataannya, mereka sendiri tidak melakukannya. Memang sikap ghuluw akan melelahkan pelakunya.
Contoh nya sangat banyak sekali, misalkan mereka memanqulkan lembaran yang diberi judul Luzumul Jama’ah atau disebut juga Mukhtasor Al-Jama'ah Wa Al-Imamah, disana mereka mengutip dari Syaikh Majhul bernama Syaikh Dr. Shodiq Amin, padahal sosok ini adalah sosok imajiner, sebab ini adalah nama samaran dari sebuah tim penulis Ikhwanul Muslimin yang disembunyikan. Lalu sejak kapan, madigoliyah merasa telah manqul dari orang imajiner ini?!!! ...
Kalau mereka benar-benar telah manqul, lalu mana sanad/ijazah antum kepada Syaikh Shodiq Amin tersebut?!!
Begitu juga mereka mengutip dari Mu’amalatul Hukam, apakah benar mereka telah manqul kitab ini dari Syaikh Ibnu Barjas rahimahullahu?. Begitu juga mereka mengutip dari beberapa syaikh yang lain, apakah benar-benar mereka telah manqul dari yang bersangkutan?
Contoh ketidak konsistenan ini sangat banyak… silahkan antum renungi dan cek sendiri.
............
Baru !!!
Ustadz Indonesia :
· Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawi
· Ustadz Abu Ubaidillah Al Bamalanjiy
· Ustadz Abdul Mu’thi Al-Maidani
Lainnya Indonesia :
· http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah
· http://www.ahsan.tv/video-kajian/videos
· http://www.raudhatulmuhibbin.org/
· http://www.radiorodja.com
· http://www.radioassunnah.com/
· http://www.radioarroyyan.com/
· http://artikelassunnah.blogspot.com/
· http://alqiyamah.wordpress.com/
· http://read.kitabklasik.co.cc (download kitab-kitab)
· http://majles.alukah.net/showthread.php?t=26986 (Download kitab-kitab via megauploud)
· http://syaikhulislam.wordpress.com (situs pembelaan atas Syaikhul Islam Ibn Taimiyah)
· http://www.hakekat.com (Bantahan bagi syi’ah)
· http://www.asharis.com/creed (Bantahan bagi asy’ariah)
· http://ahbash-sesat.blogspot.com dan http://ahbash-jahil.blogspot.com/ (bantahan bagi firqah ahbash/al-habasyi)
· http://fatwasyafiiyah.blogspot.com/ (Ulama Syafi’iyah serukan Manhaj Salaf)
· http://bantahansalafytobat.wordpress.com/
Para Ulama
· Abdul Azhim Badawi (http://www.ibnbadawy.com/)
· Abdul Aziz Alu Syaikh (http://www.sahab.ws/5600/news/3399.html)
· Abdul Aziz ar-Rajihi (http://www.sh-rajhi.com/rajhi/)
· Abdul Aziz ar-Rayyis (http://islamancient.com/)
· Abdul Aziz bin Bazz (http://www.ibnbaz.org.sa/)
· Abdul Karim Al Khudhair (http://www.khudheir.com/)
· Abdul Muhsin Abbad (http://www.alabad.jeeran.com/)
· Abdullah al-Fauzan (http://www.alfuzan.islamlight.net/)
· Abdullah azh-Zhafiri (http://www.sahab.ws/6111)
· Abdullah Jibrin (http://www.ibn-jebreen.com/)
· Abdur Razaq Afifi (http://www.afifyy.com/)
· Abdur Razaq Al Abbad Al Badr (http://www.al-badr.net/)
· Abdus Salam Barjas (http://www.burjes.com/)
· Abu Abdil Muiz Firkuz (http://www.ferkous.com/rep/index.php)
· Abul Hasan al-Ma’ribi (http://sulaymani.net/)
· Abu Ishaq Al Huwaini (http://www.al-heweny.com)
· Abu Islam Shalih Thaha (http://www.abuislam.net/)
· Abu Malik al-Juhanni (http://abumalik.net/)
· Abu Umar al-Utaibi (http://www.otiby.net/)
· Ahmad Yahya Najmi (http://njza.net/web/)
· Ali Hasan al-Halabi (http://www.alhalaby.com/)
· Ali Ridha (http://www.albaidha.net/vb/)
· Ali Yahya al-Haddadi (http://www.haddady.com/)
· Alwi as-Saqqof (http://www.dorar.net/)
· Falah Ismail (http://mandakar.com/)
· Hisyam al-Arifi (http://www.aqsasalafi.com/)
· Imam al-Ajurri (http://www.ajurry.com/)
· Kholid al-Mushlih (http://www.almosleh.com/index.shtml)
· Lajnah Daimah Saudi Arabia (http://www.alifta.com/default.aspx)
· M. Abdillah al-Imam (http://www.sh-emam.com/)
· M. al-Hamud an-Najdi (http://www.al-athary.net/)
· M. Ibrahim al-Hamd (http://toislam.net/)
· M. Khalifah Tamimi (http://www.mediu.org/)
· Majdi Arafat (http://www.magdiarafat.com/)
· Masyhur Hasan Salman (http://www.mashhoor.net/)
· Muhammad Al-Maghrawi (http://maghrawi.net/)
· Muhammad al-Utsaimin (http://www.ibnothaimeen.com/)
· Muhammad Ali Adam (http://www.alsonah.org/)
· Muhammad Hassan (http://www.mohamedhassan.org)
· Muhammad Husain Ya’qub (http://www.yaqob.com)
· Muhammad Musa Nashr (http://www.m-alnaser.com/)
· Muhammad Said Ruslan (http://www.rslan.com/)
· Muqbil bin Hadi (http://www.muqbel.net/)
· Musthofa al-Adawi (http://aladawy.info/)
· Nashir al-Barrak (http://albarrak.islamlight.net/)
· Nashirudin al-Albani (http://www.alalbany.net/)
· Robi’ al-Madkholi (http://www.rabee.net/)
· Sa’ad al-Hushayin (http://www.saad-alhusayen.com/)
· Said Abdul Azhim (http://www.al-fath.net/)
· Salim al-Ajmi (http://sahab.ws/3250)
· Shalih al-Fauzan (http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx)
· Shalih Alu Syaikh (http://www.salehalshaikh.com)
· Shalih Sa’ad as-Suhaimi (http://sahab.ws/4435)
· Sulthan al-Ied (http://www.sultanal3eed.com/)
· Taqiyudin al-Hilali (http://www.alhilali.net/)
· Ulama Yaman (http://www.olamayemen.com/html/)
· Utsman al-Khamis (http://www.almanhaj.net/)
· Wahid Abd Salam Bali (http://www.waheedbaly.com/)
· Yahya al-Hajuri (http://www.sh-yahia.net/)
Lainnya Arab:
· Maktabah Misykatul Islamiyyah (http://www.almeshkat.net/books/)
· Maktabah Ruuhul Islam (http://islamspirit.com/)
· Maktabah Shayidul Fawaid (http://saaid.net/book/index.php)
· Haramain Recording (http://www.haramainrecordings.com)
· Maktabah Waqfeya (http://www.waqfeya.com)
· Multaqo Kulla as-Salafiyin (http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/)
Info :
- Download Syarah Sunan Tirmidzi Syaikh Yahya bin Utsman
- Madigoliyyah Nasraniyyah !!
- Sanad dan Ijazah dari Syaikh Abdul Wakil Al-Hasyimi
- Syaikh Ahmad Syakir dan Sanadnya
- Kenapa Disebut Madigoliyah ?
- Siapa Yang Tidak Syukur Kepada Manusia??
- Perkataan Al-Khathib Al-Baghdadi & Miripnya Dengan Keadaan Mubaligh-Mubaligh 354
- Majelis Sema’an Kibar Ulama
- Tauhid Di Darul Hadits
- Apakah Benar Mereka Bersembunyi-Sembunyi Di Mekkah-Madinah?
- Darul Hadits Khoiriyyah Nasibmu Kini
- Perluasan Masjidil Harom